HomeNews

Apa Kabar Kasus NSS? Perahu Diduga Diganti Warna, Kini Disebut Telah Kembali ke Filipina

Berdasarkan informasi yang dihimpun Marthin dari sejumlah sumber, perahu tersebut sebelumnya direncanakan kembali berlayar menuju Filipina. Bahkan, ia menduga perahu itu telah meninggalkan wilayah Kampung Lehupu dengan membawa bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sekitar dua ton.

“Informasi yang saya peroleh, perahu tersebut diduga membawa sekitar dua ton Pertalite dan telah kembali ke Filipina. Sementara itu, Bumbung tidak terlihat berada di atas perahu,” jelasnya.

Dalam penelusuran tersebut, Marthin turut menyebut nama Ontet yang diduga mengetahui aktivitas Bumbung dan rekannya berinisial YP. Keduanya disebut tiba di Kampung Lehupu pada 11 Oktober 2026.

Menurut keterangan warga yang diterimanya, Ontet sebelumnya juga dikaitkan dengan aktivitas bisnis ilegal menggunakan perahu yang sama, tetapi dengan awak berbeda. Perahu beserta awaknya bahkan disebut pernah bertahan selama kurang lebih enam minggu di salah satu dusun di Kampung Lehupu.

Marthin mengungkapkan, Ontet diduga mengetahui kedatangan Bumbung bersama YP. Bahkan, Ontet disebut sempat berjanji membantu menyediakan kebutuhan makanan dan rokok selama keduanya menunggu jadwal keberangkatan.

“Ontet tahu Bumbung dan rekannya datang. Bahkan, dia berjanji akan mengantar kebutuhan makanan dan rokok selama mereka menunggu jadwal keberangkatan,” tegas Marthin.

Terkait dugaan muatan Pertalite, Marthin menyebut salah satu sumber berinisial UM memberikan informasi bahwa BBM tersebut diduga dibeli dari seorang pengepul di Kelurahan Sawang Bendar (Towo’e), dengan harga sekitar Rp12.000 per liter.

Bagikan:   
Exit mobile version