Masih dalam keterangan Samsul, SH. dalam hal ini secara pribadi dirinya tidak menyalahkan pihak Kepolisian yang telah memanggil Harianto untuk di Klarifikasi terkait Laporan Pengaduan dari Masyarakat, pasalnya dengan memanggil Harianto semua permasalahan dan dugaan miring terhadap kliennya akan terpecahkan, apakah kliennya memang sesuai dengan yang dituduhkan atau malah sebaliknya. Hal ini terlepas dari Harianto atau Kliennya berkapasitas sebagai Jurnalis atau warga biasa. Pastinya akan kita tunggu hasil gelar perkaranya. Jadi selaku PH dari Harianto berharap kawan-kawan wartawan jangan mengambil kesimpulan sendiri dan kalau ingin mendapat kepastian terkait hal ini, lebih bijak kalau dikonfirmasi langsung di Unit Tipidter Satreskrim Polres Mojokerto.
“Kita selalu kordinasi pak terkait hal ini, pihak kita hanya meminta klarifikasi saja kepada pak Harianto” ucap Iptu Raditya Herlambang Kanit Satreskrim Tipidter Polres Mojokerto kepada PH Harianto.
Sementara itu Mbah Jo Selaku Ketua DPC AWDI Mojokerto Raya mengatakan, ” Kami undang Saudara Samsul, SH selaku Penasehat Hukum Harianto, untuk menjelaskan Status Hukum Harianto dan langkah untuk melakukan Audensi dengan Kapolres Mojokerto, perlu di ketahui Harianto adalah anggota AWDI Mojokerto Raya, jadi saya selaku ketua akan mengawal permasalahan ini sampai tuntas”, ucap mbah jo.
Perlu digaris bawahi bahwa Harianto adalah warga Kembangringgit Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, sementara lokasi kejadian demo warga yang membawa keranda mayat adalah di Dusun Sawoan desa Sawo Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto, jarak rumah Harianto dengan Lokasi demo diperkirakan 20 kilometer, dan menurut keterangan Harianto tidak ada satupun warga dusun Sawoan yang mengenal Harianto kecuali Kepala Desa Sawo karena Harianto sering melakukan liputan di desa Sawo dan Harianto juga tidak mengenal Khoirul Anwar (Pelapor), yang dikenal dari tim pengusaha galian adalah Hadi Purwanto yang saat di balai desa Sawo memperkenalkan diri bahwa dirinya adalah Kuasa Hukum dari CV RF BERSAUDARA.
