“Selain memantau pelaksanaan Pokir, DPRD juga ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat. Ini penting agar berbagai kebijakan dan program pembangunan daerah benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” jelasnya.
Fahrudin menambahkan, sejumlah isu strategis diperkirakan akan menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, di antaranya pembangunan infrastruktur desa, peningkatan pelayanan dasar, penguatan sektor ekonomi masyarakat, hingga berbagai kebutuhan prioritas yang berkaitan dengan kesejahteraan warga.
Melalui dialog terbuka yang akan digelar selama kegiatan berlangsung, diharapkan tercipta komunikasi dua arah yang konstruktif antara masyarakat, pemerintah daerah, dan DPRD. Hal ini dinilai penting untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan daerah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat komunikasi antara DPRD dan masyarakat. Dengan begitu, berbagai aspirasi yang muncul bisa segera ditindaklanjuti melalui kebijakan maupun program pembangunan daerah,” tambah Fahrudin.
Kehadiran DPRD di tengah masyarakat dalam agenda Motabi Kambungu Akbar juga menjadi bentuk komitmen lembaga legislatif untuk tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan penganggaran di ruang sidang, tetapi juga memastikan fungsi pengawasan dilakukan secara langsung di lapangan.
Dengan keterlibatan aktif para wakil rakyat tersebut, kegiatan Motabi Kambungu Akbar di Desa Monano diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat akuntabilitas pemerintahan daerah serta mempercepat realisasi berbagai aspirasi masyarakat di Kabupaten Gorontalo Utara.
