Selain itu, nilai rupiah politik uang pun sangat kecil jika dibagi dalam lima tahun. “Tak cukup untuk membeli se-liter beras,” terangnya. Politik uang, katanya, juga telah menggadaikan dan memperjual-belikan hak politik rakyat yang akan menentukan nasib bangsa dalam lima tahun.
Gobel mengatakan, melalui politik pembangunan dan politik kesejahteraan yang dilakukan dirinya, justru memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada money politics.
“Suara Bapak dan Ibu yang memilih saya adalah sebuah amanah. Amanah itu sebuah kepercayaan, dan kepercayaan adalah kehormatan. Kehormatan harus dibayar dengan kehormatan. Jika setiap suara adalah amanah maka setiap napas saya adalah tanggungjawab dan pengabdian untuk mewujudkan aspirasi Bapak dan Ibu,” katanya.
Karena itu, kata Gobel, sejak terpilih menjadi anggota DPR pada 2019 ia selalu datang minimal sekali dalam sebulan selama 4-7 hari.
“Sudah lebih dari 500 titik yang saya kunjungi. Saya berdialog, mendengar aspirasi, dan memberikan solusi melalui program,” ucapnya.
Sebagian besar penduduk Gorontalo adalah petani dan nelayan. Ia juga mendapati bahwa tanah Gorontalo sangat subur dan lautnya sangat kaya ikan. Alamnya juga indah. Karena itu, ia mengembangkan program pertanian, kelautan, UMKM, pariwisata, perumahan, keluarga, dan pendidikan.
“Saya prihatin terhadap nasib Gorontalo yang salah urus sehingga tetap menjadi Provinsi termiskin kelima di Indonesia. Ini karena tak ada pemihakan dari pemerintah daerah untuk pertanian, kelautan, pendidikan, dan lain-lain. Saatnya kita melakukan perubahan,” katanya.
