Selanjutnya, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim Arief Rahman menekankan agar satker tidak alergi dengan media massa. Sekaligus bagaimana menghadapi dan melakukan verifikasi terhadap media yang punya motif lain selain kerja-kerja jurnalistik.
“Sebagai humas tidak boleh defensif, malah harus pro aktif ketika ada krisis, dibutuhkan respon yang cepat, terbuka dan ramah kepada awak media sebagai mitra kerja,” terang Arief.
Dalam aspek manajerial, Kasubag Humas Kanwil Kemenkumham Jatim Ishadi MP menekankan agar humas jajaran bekerja kembali ke khittah-nya. Menurutnya, dengan bekerja kembali ke jalur yang benar, maka akan berdampak pada peningkatan citra instansi kita secara menyeluruh.
“Makanya kami pakai tagar #growtogether, karena kami ingin maju bersama, tidak hanya humas kanwil saja yang baik, tapi jajaran juga harus punya kualitas yang sama,” harap Ishadi.
Sesi terakhir menyangkut aspek teknis. Ketiga narasumber yaitu Galih WP (kreator konten DJKI), Danny Keegan (Spv Produksi Konten Kanwil Kemenkumham Jatim) dan Nerry Supanji (Canva Mobile Specialist), banyak membahas teknis-teknis produksi konten di media sosial. Para peserta sangat antusias mengikuti sesi praktikal ini.
“Kami ingin, humas satker juga punya kemampuan dasar desain grafis yang dapat menghasilkan karya dan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Hendro. (Humas Kemenkumham Jatim/Redho)
