Sementara itu, dalam rangkaian kegiatan PENAS XVII, HEBITREN berkolaborasi dengan Bank Indonesia dengan membuka stand pameran khusus yang sukses menarik atensi khalayak. Stand tersebut memamerkan bermacam produk unggulan hasil karya santri dan kelompok binaan, mulai dari hasil pertanian organik, produk olahan pangan, karya kriya, hingga komoditas UMKM berlabel syariah.
Kehadiran Koperasi Syariah HEBITREN “Ma’ahid†binaan Bank Indonesia di arena pameran juga turut memperkaya ragam layanan ekonomi kerakyatan yang ditawarkan kepada masyarakat luas. Sambutan publik terlihat sangat positif, baik di lokasi PESONA maupun arena PENAS, di mana pengunjung memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat langsung inovasi pesantren sekaligus memperdalam pemahaman seputar keuangan syariah.
Dukungan nyata atas kesuksesan pameran ini turut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, yang menyempatkan diri mendatangi lokasi pameran guna meninjau langsung berbagai produk kreasi pesantren tersebut.
Menutup keterangannya, Faisal Pakaya menekankan bahwa sinergi lintas sektoral merupakan kunci utama dalam memajukan perekonomian umat secara berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi solid antara BAZNAS, HEBITREN, Bank Indonesia, jajaran pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, kami menaruh harapan besar agar sektor ekonomi syariah di Gorontalo semakin berkembang pesat demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara merata,” pungkasnya.
