Definitif.id, Gorontalo Utara – Peristiwa-peristiwa bersejarah seharusnya lebih dari sekadar peringatan tahunan, mereka harus menjadi kesempatan refleksi bagi generasi sekarang untuk memahami dan menghargai perjalanan bangsa.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut), Mikdad Yeser, menekankan bahwa sejarah seperti tragedi 30 September 1965, memberikan pelajaran penting tentang bahaya perubahan ideologi melalui kekerasan dan dampak dari ketidakstabilan politik.
Mikdad menjelaskan bagaimana kejadian tersebut melibatkan penculikan dan pembunuhan terhadap jenderal TNI, yang merupakan saksi bisu dari tragedi itu. Sebagai Hari Kesaktian Pancasila, peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tidak terjebak dalam konflik ideologi yang dapat memecah belah bangsa.
Ia menegaskan pentingnya belajar dari sejarah, agar generasi penerus dapat menjaga persatuan dan kesatuan, sesuai semboyan “Bhinneka Tunggal Ika.” Pemahaman yang mendalam tentang sejarah membantu generasi muda menghindari provokasi yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
Oleh karena itu, Mikdad berharap setiap peristiwa sejarah dapat berfungsi sebagai alarm untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga harmoni di tengah tantangan ideologi yang terus ada. (*)
