Adapun rincian data kegiatan Penangkaran Satwa periode Januari 2022 sampai dengan saat ini yaitu :
– Cagar Alam Panua (Satwa Maleo), telur yang diperoleh 178 butir, menetas 118 butir, dan telah dirilis 75 ekor.
– Cagar Alam Panua (Satwa Penyu), telur yang diperoleh 222 butir, menetas 146 butir, dan telah dirilis 148 ekor.
– Cagar Alam Mas Popaya Raja (Satwa Penyu) telur yang diperoleh 316 butir, menetas 235 butir, dan telah dirilis 221 ekor.
Jadi Total Satwa Endemik yang telah dirilis berjumlah 444 ekor satwa.
Kemudian rincian data kegiatan Pemulihan Ekosistem periode Maret 2022 sampai dengan saat ini yaitu :
– Suaka Marga Satwa Nantu-Boliyohuto Periode Maret 2022 penanaman berjumlah 4.247 pohon
– Suaka Marga Satwa Nantu-Boliyohuto Periode Desember 2022 penanaman berjumlah 4.100 pohon
– Cagar Alam Panua Periode Juni 2023 penanaman berjumlah 2.500 pohon
Total kegiatan pemulihan ekosistem melalui metode penanaman berjumlah 10.847 pohon.
“Dengan adanya Program TJSL berkelanjutan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan jumlah populasi Satwa Endemik, khususnya di Provinsi Gorontalo yang mulai terancam punah. Selain itu, dengan adanya program ini dapat meningkatkan citra perusahaan yang komitmen pada pelestarian lingkungan,” pungkas Thanwir Awir. (0N4L)
