HomeNews

Rakernas Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Resmi Dibuka oleh Ketua Umum PBNU

Lebih lanjut Gus Yahya menjelaskan, sebelum Islam, sudah ada kemuliaan akhlak. Islam berkontribusi menyempurnakan makarim akhlak bagi masa depan bersama dengan elemen lain di tengah kehidupan peradaban umat manusia ini.

“Saya kira ini adalah visi yang layak untuk dikembangkan atas nama Nahdlatul Ulama. Karena kalau tidak seperti ini, kita tidak punya atsar (bekas) yang konstruktif untuk kita sumbangkan bagi pergulatan masa depan bersama. Oleh karena itu, NU sebagai organisasi yang mengikuti ajaran ulama, maka satu-satunya yang layak untuk diperjuangkan oleh NU adalah kemuliaan masa depan umat manusia,” terangnya.

Selanjutnya, Gus Yahya juga menyampaikan selamat bermusyawarah kepada para hadirin peserta Rakernas. “Saya ucapkan selamat bermusyawarah kepada para hadirin peserta Rakernas semuanya,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

Ia meyakini, bahwa semua peserta datang dengan semangat yang baru, yang menggebu-gebu karena masih belum move on dari Harlah 1 Abad. “mudah-mudahan keranjingan terus sampai abad berikutnya,” harapnya.

Lebib lanjut, Gus Yahya juga berharap agar Rakernas tersebut menghasilkan rencana yang konkret, bisa dikerjakan dan bisa terukur hasilnya menuju perbaikan. “Sudah banyak pendidikan tinggi NU di Indonesia, sehingga perlu dikonsolidasikan secara kelembagaan menjadi satu sistem, sehingga bisa bergulat dalam kekuatan bersama untuk mencapai sasaran yang lebih strategis,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua LPT PBNU Prof Ainun Na’im  mengatakan, bahwa momentum tersebut merupakan program untuk menindaklanjuti arahan syuriyah maupun tanfiziyah NU dalam mengisi abad kedua NU, yaitu dengan membangun pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas pendidikan sehingga berkontribusi untuk masa depan bangsa.

Bagikan:   
Exit mobile version