Ditambahkan KBP Ade, pihaknya juga sudah menegaskan jika tidak ada pembagunan lapak di sepanjang jalan Raja Eyato, mengingat beberapa ruas jalan di Kota Gorontalo masih dalam tahapan pekerjaan. Selain itu, lanjut dia, demi untuk keamanan, ketertiban, serta mencegah terjadinya perebutan lapak, maka diharapkan kepada para pedagang untuk bisa mendaftar terlebih dahulu sebelum pembagian lokasi lapak.
“Untuk lokasi yang telah disepakati jangan ditambah lagi, agar kita tidak menemukan kesulitan untuk mengantisipasi arus lalu lintas dan potensi kerawanan yang akan terjadi,” tuturnya.
Lebih lanjut KBP Ade juga berharap, agar Kadis Perhubungan bisa mengundang para pengelola parkir untuk diberikan imbauan bahwa di sepanjang jalan Raja Eyato kiranya bisa disterilkan dari area parkir. Karena berkaca pada tahun-tahun sebelumnya pada saat pelaksanaan senggol, parkiran sangat sulit untuk diatur.
Selanjutnya berkaitan dengan perizinan, kata KBP Ade, pihaknya belum bisa memastikan perihal tersebut, mengingat adanya rencana kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI ke Provinsi Gorontalo.
“Nanti pada hari Jumat tanggal 7 April 2023 pukul 09.00 Wita direncakan akan dilaksanakan peninjauan oleh pihak Polresta Gorontalo Kota dan Pemkot Gorontalo di lokasi pengukuran lapak pedagang pasar senggol,” tutupnya. (0N4L)
