HomeNews

Tanpa Merasa Lelah, Rachmat Gobel Blusukan Door To Door di Kabupaten Pohuwato

Saat di dalam perjalanan pulang ke Kota Gorontalo, sejumlah warga Pohuwato rupanya berkumpul bersama dan meminta disapa. Saat itu ia berada di Jl Trans Sulawesi, tepatnya di daerah Paguat, Pohuwato.

Akhirnya terjadi komunikasi melalui video call. Ada terjadi tiga kali video call, yaitu dari warga yang berkumpul di Desa Suka Makmur, Kecamatan Patilanggio. Juga dari warga yang berkumpul di Desa Padengo, Kecamatan Duhiadaa dan di Desa Buntulia Selatan, Kecamatan Duhidaa.

“Saya mohon maaf belum bisa bertemu langsung. Semoga dengan video call ini tidak mengurangi makna silaturahim kita. Yang penting pada tanggal 14 Februari jangan lupa untuk memilih Partai Nasdem. Insya Allah setelah pemilu kita bisa bersilaturahim secara langsung,” ujar Rachmat Gobel.

Saat blusukan, ia menerima berbagai macam aspirasi. Mulai dari muara sungai yang sudah tertutup lumpur sehingga kapal nelayan harus didorong agar bisa masuk ke sungai untuk menuju rumah-rumah nelayan. Ada juga yang menyampaikan aspirasi tentang harga produk pertanian yang rendah dan tak bisa diserap pasar. Belum lagi masalah kebutuhan irigasi, pupuk, dan bibit.

“Terima kasih atas aspirasinya. Insya Allah jika Nasdem menang di Gorontalo, semua akan menjadi lebih mudah untuk diwujudkan,” harapnya.

Saat berkampanye di Randangan, Gobel kembali mengingatkan tentang bahaya politik uang. “Politik uang itu sangat berbahaya. Itu merusak demokrasi dan tidak menghargai serta tidak menghormati kemuliaan kita sebagai makhluk Tuhan. Karena itu jika ada yang melakukan itu, jangan pilih orang tersebut. Orang itu pasti akan mengkhianati Bapak dan Ibu,” tegasnya.

Bagikan:   
Exit mobile version