Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Bau Menyengat dari Kandang Ternak di Desa Pontolo Resahkan Warga

Definitif.id Gorontalo Utara – Warga Desa Pontolo mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari kandang ternak milik salah seorang pengusaha lokal. Bau tersebut diduga berasal dari kotoran dan limbah yang dihasilkan oleh kandang tersebut.

“Saat siang hari, terutama ketika angin berhembus dari arah timur dan utara, bau menyengat dari kotoran ayam sangat terasa,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Advertisements
Advertisements

Warga tidak hanya mencurigai bau tersebut berasal dari kotoran ayam, tetapi juga dari limbah yang dihasilkan oleh aktivitas kandang. “Tempat itu bukan hanya menjual ayam, tetapi juga memelihara ayam potong, ayam kampung, dan bebek. Pertanyaannya, ke mana limbahnya dibuang? Bau yang tercium bukan hanya dari kotoran, tapi kadang juga bau busuk seperti limbah,” tambahnya.

Bau menyengat tersebut dikatakan telah mengganggu kesehatan masyarakat setempat. “Terkadang, bau yang menyengat itu mengganggu pernapasan kami. Jika baunya sangat kuat, kami bahkan bisa mengalami sesak napas. Seharusnya, kandang semacam itu jauh dari pemukiman warga. Masalahnya bukan pada penjualan daging ayam, karena setelah dipotong, daging ayam disimpan di freezer. Yang menjadi persoalan adalah keberadaan kandangnya,” pungkas warga tersebut.

Saat ditemui awak media, pemilik kandang mengakui bahwa bau menyengat tersebut berasal dari kandang bebek miliknya. “Memang soal bau ini sejak 3 minggu lalu saya sudah pikirkan, jauh sebelumnya memang saya sudah antisipasi kadang bebek ini menimbulkan bau hasil dari pakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan dalam penanganan bau tersebut mengalami kendala dalam pengadaan timbunan dikarenakan faktor hujan. “Jadi saya sudah pesan timbunan sirtu, namun oleh hujan, ini yang menjadi kendala. Kalau kandang bebek itu sudah ditimbun pasti baunya tidak ada lagi. Secepatnya saya akan timbun, ukuran kandang juga cuman kecil hanya ada kurang lebih 400 ekor bebek,” jelasnya.

Namun, pemilik kandang menyayangkan sikap masyarakat yang tidak menyampaikan keluhan langsung kepadanya. “Yang saya sesalkan, masyarakat tidak langsung datang ke saya untuk menyampaikan keluhan ini, sementara kami di tetangga sekitar ini selalu terbuka. Ini sudah langsung ke teman-teman wartawan,” pungkasnya.

Bagikan: