Tak hanya soal kinerja, Sofyan mengingatkan anggota KORPRI agar tetap menjaga integritas, etika, serta netralitas sebagai ASN. Aparatur pemerintah, kata dia, memiliki posisi strategis sekaligus tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di tengah masyarakat.
Dalam amanatnya, Sofyan turut menghubungkan tiga momentum nasional tersebut dengan arah pembangunan Kabupaten Gorontalo.
Peringatan Haornas ke-43 disebutnya menjadi momentum untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif menjaga kebugaran. Menurut Sofyan, olahraga tidak semata-mata berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga memiliki peran dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif.
Sementara itu, Hari Perhubungan Nasional ke-55 menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kualitas pelayanan transportasi. Sistem perhubungan yang baik dinilai berperan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas perekonomian.
Di sektor pertanian, Hari Tani Nasional ke-66 menjadi pengingat bahwa pertanian tetap memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
“Pertanian harus terus dikembangkan melalui inovasi dan modernisasi, sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” tutur Sofyan.
Menurutnya, ketiga sektor tersebut tidak dapat dipandang secara terpisah dalam agenda pembangunan daerah. Masyarakat yang sehat, konektivitas wilayah yang kuat, serta ketahanan pangan merupakan bagian penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat.
