Terakhir Thariq pun berharap, agar konsep agroforestry tersebut dapat dijadikaan suatu inspirasi terhadap gerakan menanam di Kabupaten Gorut.
“Jadi konsep agroforestry ini dilaksanakan dalam rangka untuk mengatasi krisis lahan di kemiringan lebih dari 15 derajat yang dapat berdampak pada terganggunya infrastruktur daerah terutama bahaya banjir,” pungkasnya. (RRK)
