Pangdam mengatakan, Prajurit harus punya prinsip, hari ini lebih baik dari hari kemarin. Begitu seterusnya. Sehingga semakin bertambah hari, Kodam XIII/Mdk juga selangkah lebih baik lagi. Semua ini hanya bisa terlaksana apabila seluruh Prajurit Kodam XIII/ Mdk menyadari pentingnya menjadi seorang Prajurit TNI yang disiplin dan terlatih serta senantiasa memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan 8 Wajib TNI.
“Ingatlah selalu jati diri kalian sebagai seorang Prajurit TNI, yakni Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional,” tegasnya.
Ada pun beberapa penekanan yang harus dipedomani dan dilaksanakan, yaitu:
– Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas serta dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
– Sadari bahwa Kodam XIII/Mdk adalah tempat kita bernaung, Pegang teguh disiplin keprajuritan, Pedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, Panca Prasetya Korpri, dan 7 Perintah Harian Kasad. Hindari bentrokan dengan Polri maupun dengan masyarakat.
– Tingkatkan soliditas satuan dan tegakkan rantai Komando agar terwujud loyalitas tegak lurus yang jelas dan tegas.
– Laksanakan semua tugas dengan niat berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas demi kejayaan Kodam XIII/Mdk.
– Bersama seluruh komponen bangsa yang ada di Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah, mari kita semua bersinergi, bahu-membahu dengan rakyat, mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.
