“1 hari berlalu, saya melihat kondisi anak saya semakin parah, perutnya sering sakit-sakitan jadi saya berinisiatif untuk melaporkan ini ke pihak kepolisian,” ungkap Niya.
Kumandang adzan Maghrib di hari yang barokah itu menjadi saksi kasih sayang Niya dan Suandi pada anak mereka yang tuli dan bisu guna mendapatkan keadilan.
“Kami dimintai keterangan dari pagi jam 8 lewat dan baru kelar mau adzan Maghrib, ini kami sudah mau pulang pak,” tandasnya.
Penulis: Khalid Moomin
