HomeNews

Dianiaya Hingga Disiram Air Keras, Begini Keseharian Tuna Rungu Wicara dan Kasih Sayang Keluarganya

Definitif.id, Kabupaten Gorontalo – Suandi Datau dan Niya Yasin tak pernah menyesali kodratnya menjadi orang tua dari DT (18) lelaki yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi atau tuna rungu wicara (tuli dan bisu).

Walau pekerjaannya buruh tani, Suandi bahkan bersyukur bisa menjadi orang tua dari DT. Kadang-kadang Suandi bisa beralih profesi menjadi pemanjat kelapa, petani jagung bahkan menjadi buruh bangunan guna bisa menafkahi anaknya.

Baru-baru ini, Suandi dan Niya mendapatkan kabar yang kurang enak untuk ditelan. Sang buah hati yang memiliki keterbatasan (Tuna Rungu Wicara) mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.

“Pada hari rabu pagi kami (keluarga) menerima kabar yang kurang baik, di mana anak kami yang bisu dipukul di bagian perut dan disiram belakangnya dengan air keras,” ungkap Suandi.

Anak yang baik hidupnya, berbakti pada ibu bapaknya dan jujur dalam kesehariannya kini sedang mencari keadilan atas kejadian yang ia alami dengan keterbatasan yang ia miliki.

“Setiap hari dia (bubu) mencari makanan kambing dan juga menjaga sapi sampai sore hari, tidak ada kegiatan lain. Anak ini rajin pak, jadi mustahil jika anak kami mengganggu temannya atau menakali mereka,” jelasnya.

“Dia juga jujur pak, bahkan meminta uang untuk jajan dia hanya meminta sesuai yang dibutuhkan tidak pernah lebih. Dia tidak pernah berbohong sama kami,” tegas Suandi.

Pagi menjelang siang tepatnya Pukul 08.30 WITA di hari yang barokah, Jumat (06/10/2023), Niya dan Suandi mendatangi Polsek Limboto Barat guna mendapatkan keadilan atas anak mereka.

Bagikan:   
Exit mobile version