“Mo suka mati ngana, wey Texas di sini, Texas di sini, ngana tau, mangarti ngana, pulang ngana, pulang pulang, Te****lo, ka sana ngana ka sana, ngana kalo suka aman, tidak mo suka mati ngana, pulang! Pongola ngoni (suka mati kamu, wei Texas di sini, texas di sini, kau tau, mengerti kau, pulang kau, pulang pulang, Tel*****lo, ke sana kau ke sana, kau kalau suka aman, tidak suka mati kau, pulang! Mau apa di sini kalian_red),” ujar Ibu itu dengan nada mengancam.
Sesuai pantauan Awak Media di lapangan, memang di wilayah Pabean (dari Jembatan sampai Depo Pertamina) itu banyak terpasang bendera salah satu partai yang berwarna kuning, hanya ada 1-2 yang dari partai lain, tapi bukan berarti partai kuning itu yang punya wilayah dan bisa seenaknya melarang orang lain yang berbeda partai untuk melintas di situ.
Haji Eko saat diwawancarai oleh Awak Media Definitif.id mengaku menyesal dan tidak percaya dengan kejadian tersebut, karena di daerah lain tidak ada yang seperti itu, tapi cuma ada di Gorontalo. Namun meskipun begitu, ia tetap memohon maaf yang sebesar-besarnya jika kejadian kemarin itu membuat pendukung Caleg lain kurang nyaman.
“Saya masuk di Pabean tidak ada maksud buruk, saya hanya ingin blusukan untuk menyapa semua warga yang ada di sana, dan kita semua sebagai warga negara berhak melintas di jalan mana saja, karena saya juga bayar pajak yang alokasinya untuk pembangunan jalan,” tegas Haji Eko.
“Namun saya tetap memohon maaf dari ujung kaki sampai ujung rambut, jika perbuatan saya dianggap kurang berkenan, saya tidak pernah memaksakan untuk memilih saya, tapi jika ada warga Kota Gorontalo yang mau mendukung saya, saya dengan senang hati menerima semuanya dengan tangan terbuka. Mari sama-sama kita bangun Kota Gorontalo menjadi lebih baik lagi,” tutup Haji Eko.
