Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal awal bahwa pelaksanaan PENAS XVII bukan hanya sekadar agenda nasional di sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi langsung yang dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.
Momentum ini dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan omzet melalui tingginya jumlah pengunjung dari berbagai provinsi di Indonesia.
“PENAS tidak hanya menjadi ajang pertemuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga menghadirkan efek berganda bagi perekonomian daerah. Manfaatnya sudah mulai dirasakan oleh para pelaku usaha lokal,” katanya.
Untuk memastikan dampak ekonomi kegiatan dapat terukur dengan baik, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gorontalo terus melakukan pendataan transaksi harian selama pelaksanaan PENAS XVII yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026.
Data tersebut akan diperbarui setiap hari sebagai bahan evaluasi sekaligus indikator kontribusi kegiatan berskala nasional terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Gorontalo, khususnya sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
