“Setiap satgas yang dikirim oleh suatu Negara adalah Satuan yang terpilih, maka satgas Yonif 713/ST agar hindari pelanggaran sekecil apapun selama berada di Kongo,” tegas Pangdam XIII/Merdeka.
“Selama melaksanakan latihan pratugas harus serius, dalam pelaksanaan 1 bulan adalah waktu yang sangat sempit, ikuti dan laksanakan pratugas dengan baik, karena itu adalah bekal yang terbaik selama melaksanakan penugasan di Kongo,” tandasnya.
Setelah selesai mengikuti pengarahan Pangdam XIII/Merdeka secara vicon, Danrem 133/NW Brigjen TNI Totok Sulistyono, S.H., M.M., M.I.P mengatakan bahwa latihan penyiapan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang misi perdamaian PBB, serta memahami kondisi terakhir daerah misi. Sehingga, diharapkan mampu bertindak sesuai dengan SOP dan ROE serta aturan-aturan yang diberlakukan oleh PBB.
“Mengingatkan kepada seluruh Perwira personel satgas agar selalu bersikap tegas dan bijak dalam menjaga dan memperhatikan moril-moril seluruh anggotanya disamping melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” tegasnya.
Lebih lanjut Danrem menekankan kepada Prajurit yang tergabung Satgas BGC TNI KONGA XXXIX-E/MONUSCO KONGO untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, selalu berpedoman kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai landasan disetiap akan bertindak dan pahami karakteristik daerah Opera dan misi perdamaian. (0N4L)
