Definitif.id, Boalemo – Penjabat Kepala Desa (Kades) Mustika yang baru (Syamsudin Taliki) menuai banyak penolakan dari sebagian besar masyarakat Desa Mustika. Bahkan tidak tanggung-tanggung, semua warga sepakat untuk memblokade atau menyegel kantor Desa Mustika, terhitung dari tanggal 31 Maret 2023.
Camat Paguyaman, Irwan Mantu,S.Pd.,MM saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pelantikan Penjabat Kades itu adalah hak prerogatif Bupati, sehingga pihaknya di Kecamatan hanya mengikuti sesuai arahan dari Bupati Boalemo.
“Saya kemarin itu diundang untuk menghadiri pelantikan, tapi pemberitahuannya mendadak lewat WA, sampai disana sudah selesai itu pelantikan. Dan terkait Penjabat yang lama itu sudah 1 tahun lebih menjabat, dan itu semata-mata adalah hak prerogatif Bupati, dan kami tidak bisa intervensi,” kata Irwan, Selasa (04/04/2023).
Lebih lanjut Irwan mengakui, bahwa warganya sudah datang menemuinya untuk berdialog dan bermohon agar tidak ada pelantikan atau menolak pelantikan. Namun, kata dia, tiba-tiba sudah dilaksanakan pelantikan pada hari Jumat itu.
“Kalau melihat aturan atau regulasi pelantikan itu, kalau seperti biasanya ada usulan dari Kecamatan ketika ada Penjabat yang menggantikan Kepala Desa yang akan berakhir masa jabatannya, maka ada usulan dari Kecamatan, tapi tiba-tiba Kecamatan tidak dimintai usulan. Ada waktu pertama tidak jadi pelantikan dan masih dipending, baru itu dimintakan usulan, tapi ternyata usulan itu tidak mempengaruhi pelantikan, karena Syamsudin Taliki itu yang tetap dilantik,” ungkap Irwan.
“Tadi juga masyarakat yang menolak pelantikan itu sudah datang sama Bapak Bupati dan sekarang saya belum menerima laporan bagaimana hasilnya,” tambahnya.
“Harapannya Insya Allah ke depan siapa saja yang jadi Penjabat, kalau memang itu sudah dipertimbangkan oleh Pak Bupati, ya disilahkan saja, yang penting desa ini aman. Ini kan bulan suci Ramadan, sementara sekarang ini kan sudah terjadi polemik di masyarakat, mereka sudah blokade/segel itu kantor desa, jadi otomatis masyarakat juga yang rugi karena tidak ada pelayanan. Jadi Insya Allah warga semuanya bisa menahan diri, dan kita semua Insya Allah bisa mendapatkan solusinya,” pungkasnya. (0N4L)








