HomeNews

Kepempimpinan Perempuan Gorontalo

Oleh: Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)

Dr. Funco Tanipu., ST., M.A. (Ist)

Kita banyak mendengar nama-nama perempuan yang kini mulai digaungkan untuk mengelola urusan publik seperti Idah Syaidah, Lolly dan Lolla Yunus Merlan Uloli sendiri, Forry Nawai, Rahmiyati Yahya, Dewi Hemeto dan banyak nama lainnya yang diyakini pendukungnya untuk menjadi pemimpin daerah.

Mereka diatas adalah yang akan bertarung pada gelombang Pilkada 2024 nanti, dan tentunya upaya yang harus dilakukan salah satunya mengikis memori kolektif tentang kepemimpinan perempuan. Termasuk tidak lagi terjebak pada isu elektoral bahwa pemilih perempuan lebih dari 50 %, sebab banyak juga pemilih perempuan yang tidak percaya pada perempuan bisa memimpin daerah.

Diatas semuanya, ikhtiar memberi ruang yang setara tanpa membedakan kelas seksual tidak berarti bahwa kodrat perempuan dalam urusan private-domestik ditinggalkan, dan bahkan lebih banyak dipihak ketigakan kepada asisten rumah tangga (pembantu), baik dari mengurus anak, memasak dan ragam urusan privat lainnya. (*)

Bagikan:   
Exit mobile version