Definitif.id, Gorontalo Utara – Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang biasa disebut dengan Maulid Nabi, setiap tahun dirayakan oleh umat Islam. Cara perayaannya pun berbeda-beda, bahkan punya keunikan tersendiri.
Di Gorontalo, peringatan Maulid Nabi dilakukan dengan tradisi Walima. Setiap masjid di seluruh Gorontalo melaksanakan tradisi tersebut. Termasuk di Desa Tumba, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).
Pantauan Media ini, pelaksanaan Maulid Nabi di Desa Tumba itu dilaksanakan di Masjid Al-Muhajirin. Menurut Kepala Desa (Kades) Tumba, Alfian Pateda, bahwa perayaan Maulid Nabi tersebut dimulai pada ba’da Isya (malam) dan selesai pada besok harinya sebelum Zuhur (siang).
“Antusias warga dalam merayakan Maulid Nabi di Desa Tumba ini sangat luar biasa, hal ini dibuktikan pada setiap perayaan yang hadir itu ada 120-an orang,” kata Alfian, Selasa (03/10/2023).
Bukan saja dari Desa Tumba, warga yang hadir juga ada yang berasal dari luar desa bahkan dari luar kecamatan.
“Jadi yang dari Biau ada, ada juga dari desa-desa tetangga, bahkan yang dari Buladu juga ada,” ungkapnya.
Alfian menjelaskan, adapun Walima yang disediakan pada perayaan Maulid Nabi di desanya tersebut ada ratusan Walima.
“Untuk tahun ini hanya disediakan 128 Walima, sedangkan untuk tahun kemarin itu ada sebanyak 150-an,” ucap Alfian.
Lebih lanjut Alfian mengatakan, adapun yang disediakan dalam Walima tersebut berupa kue-kue tradisional seperti kolombengi, sukade, bilindi, curuti, wapili, pisang, beras, telur, gula, dan lain sebagainya.
