Akumulasi dari seluruh transaksi tersebut menunjukkan bahwa hingga awal pelaksanaan PENAS XVII, total omzet UMKM yang berhasil dibukukan telah mencapai Rp290.822.500.
Menurut Viktor, angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya kegiatan hingga 25 Juni 2026 dan meningkatnya jumlah pengunjung di lokasi acara.
“Kami terus melakukan pendataan transaksi harian selama pelaksanaan PENAS XVII. Data ini akan diperbarui setiap hari sebagai bahan evaluasi sekaligus untuk mengukur kontribusi kegiatan berskala nasional terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Gorontalo,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis PENAS XVII akan meninggalkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Selain memperkuat sektor pertanian dan perikanan, kegiatan ini dinilai mampu menjadi momentum kebangkitan UMKM, memperluas akses pasar produk lokal, serta meningkatkan aktivitas perdagangan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
