HomeNews

Perdagangan Ilegal Jalur Filipina–Sangihe Kian Marak, Publik Pertanyakan Peran APH dan Pemerintah

Ilustrasi (foto : AI)

 

Definitif.id, Sangihe – Aktivitas perdagangan ilegal di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali menjadi sorotan. Praktik yang telah berlangsung sejak lama itu kini disebut-sebut semakin menjamur dan berlangsung secara rutin, sehingga memunculkan pertanyaan publik terkait peran aparat penegak hukum (APH) serta pemerintah dalam melakukan pengawasan dan penindakan.

Berdasarkan pantauan awak media ini, aktivitas perahu pelintas yang keluar masuk wilayah Kepulauan Sangihe menuju Filipina masih terjadi hampir setiap pekan. Berbagai jenis muatan diduga dibawa ke negara tetangga tersebut, mulai dari hasil perikanan hingga bahan bakar minyak (BBM).

Sebaliknya, dari Filipina ke Sangihe, sejumlah barang juga diduga masuk melalui jalur yang tidak resmi. Muatan tersebut disebut beragam, mulai dari produk kosmetik, pakan ternak, hingga bahan kimia seperti sianida. Meski demikian, hingga saat ini belum ada data resmi yang dapat memastikan jenis maupun jumlah barang yang diperdagangkan melalui jalur tersebut.

Awak media ini juga telah beberapa kali melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberangkatan maupun kedatangan perahu pelintas. Namun, pengamatan dilakukan dari jarak aman karena adanya kekhawatiran terhadap dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang disebut-sebut memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut.

Bahkan, beredar informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum tertentu, termasuk dugaan adanya aparat penegak hukum dan warga negara asing asal Filipina yang ikut terlibat dalam jaringan perdagangan ilegal tersebut. Namun, hingga kini informasi tersebut masih bersifat dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada hasil penyelidikan resmi yang dipublikasikan kepada masyarakat.

Bagikan:   
Exit mobile version