Definitif.id, Gorontalo – Ribuan ikan koi di Desa Barakati, Kecamatan Batudaa, terlepas ke Danau Limboto akibat banjir besar yang terjadi di Provinsi Gorontalo pada 10 Juli 2024 silam.
Lukman, peternak ikan koi di Desa Barakati yang tergabung dalam Koperasi Karya Mandiri Barokah mengatakan, bahwa budidaya ikan koi di desa tersebut sudah berlangsung kurang lebih selama 7 tahun.
Koperasi Karya Mandiri Barokah tersebut, kata Lukman, didirikan oleh Ir. Al-Habib Muhamad Effendi Al-Eydrus., SH., MM. Koperasi tersebut sengaja didirikan untuk mewadahi berbagai macam usaha ekonomi warga, salah satunya budidaya ikan koi.
“Kami memang mengalami kerugian materil yang cukup besar. Ada sekitar ribuan ekor ikan koi yang terlepas dari kolam budidaya ke Danau Limboto,” ungkap Lukman.
“Memang jarak dari kolam budidaya ke pinggiran danau cukup jauh, namun banjir kali ini adalah banjir yang terbesar sehingga bisa mencapai kolam kami. Dari ribuan ikan koi yang terlepas ke danau, ada beberapa di antaranya yang berukuran 50 cm,” tambahnya.
Lukman menjelaskan, ikan koi yang dibudidayakan di Desa Barakati memiliki beberapa warna seperti putih, orange, dan hitam yang berpadu dalam berbagai kombinasi corak.
“Ikan koi adalah ikan yang berasal dari Jepang. Ikan koi adalah ikan hias yang banyak dipelihara oleh orang karena keindahannya dan dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan,” katanya.
Asep, yang juga salah satu peternak koi menambahkan, bahwa harga ikan koi yang terlepas berharga mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
