Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Gobel Memahami Kegeraman Presiden Soal Besarnya Impor

Rachmat Gobel. (Ist)

Definitif.id, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, memahami sikap Presiden Joko Widodo yang geram terhadap besarnya belanja impor dalam APBN. “APBN itu instrumen untuk melakukan transformasi dan memajukan bangsa ini. Tapi jika APBN digunakan untuk impor menunjukkan ada yang salah pada penyelenggaraan negara,” katanya, Kamis (05/10/2023).

Saat memberikan sambutan pada Rakernas Korpri, Selasa (03/10/2023), Presiden menyatakan, “Bodoh sekali kita. Hati-hati, saya sampaikan ke semua dinas, kita kumpulkan pendapatan itu sulit sekali. Income daerah, income negara sangat sulit sekali, (tapi_red) kemudian belanjanya barang impor. Ini selalu saya ingatkan.”

Presiden menyampaikan, hingga kini dana APBN, APBD, dan dana BUMN masih banyak digunakan untuk membeli barang impor. Di APBN, katanya, belanja barang impor mencapai 31 persen. Sedangkan dana APBD, katanya, porsi belanja barang impor mencapai 44 persen. Sedangkan porsi belanja impor terbesar adalah di BUMN yang mencapai 54 persen. “Apa benar kebiasaan seperti ini? Sekda, Sesmen, Dirjen, sampaikan ini tidak benar. Mengumpulkan uang ini sangat sulit, belanjanya yang menikmati mereka (negara lain). Bagaimana kita mau menggerakkan UMKM, menggerakkan ekonomi kita kalau belanjanya masih tidak berorientasi pada produk dalam negeri?” kata Presiden.

Gobel mengingatkan, sudah beberapa kali Presiden mengingatkan soal ini, bahkan Presiden telah menerbitkan sejumlah regulasi tentang penggunaan produk dalam negeri. Ada Peraturan Pemerintah, Perpres, Kepres, dan Inpres. Bahkan sudah ada Undang-undang yang dikeluarkan DPR serta regulasi yang diterbitkan Kementerian.

Bagikan: