Definitif.id, Gorontalo – Akademisi yang juga sebagai dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Prof. Dr. Nur Muhammad Kasim, MH., S.Ag., C.Med tampil sebagai pemateri pada kegiatan Raker Teknis Pembinaan Penyelesaian Sengketa Tahapan Pemilu yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) pada 2 hari kemarin.
Profesor perempuan itu saat dimintai tanggapannya oleh Jurnalis Definitif.id mengungkapkan, bahwa materi yang ia paparkan adalah mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa pada prose pemilu.
“Saya melihat dengan pemaparan dan penyampaian materi tersebut, saya melihat peserta sangat antusias mendengarkan penyampaian materi, apalagi hal ini sangat berkaitan dengan proses pemilu yang akan datang, dan mediasi ini merupakan suatu alternatif yang nantinya akan digunakan oleh pihak-pihak yang nantinya akan berperkara di dalam hal penyelesaian sengketa pemilu kedepan,” kata Prof Nur.
“In Shaa Allah kalau dari saya, penyelesaian sengketa pemilu itu kalau bisa dilakukan dulu mediasi, sebelum diajukan ke Panitia Pengawas Pemilu (Bawaslu), karena segala sesuatu persoalan itu lebih mengedepankan win win solution, karena apa yang saya sampaikan tersebut bahwasanya perdamaian itu adalah merupakan mufakat atau kesepakatan tertinggi, nah olehnya itu saya menyarankan bilamana ada sengketa proses pemilu, itu harus dilakukan dulu mediasi, supaya kedua belah pihak akan mendapatkan penyelesaian sengketa ini dengan baik,” tambahnya lagi.
“Harapan saya, Insya Allah untuk pemilu tahun 2024 berjalan dengan tertib, lancar, adil dan lebih mengutamakan integritas,” tutupnya. (0N4L)







