Definitif.id, Bulukumba – Warga Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, menggelar tradisi Manre Anre ri Galung pasca panen padi, Rabu (31/08/2022).
Tradisi ini umumnya dilakukan sebagai bentuk rasa syukur warga kepada Sang Pencipta atas rezeki berupa hasil panen yang dianugerahkan kepada mereka.
“Iyyare seddi tanra asukkurukeng nak lantarang puratta massangki, na nawereng mopaki acengkereng Puang Allah Ta’ala sibawa umuru malampe (ini salah satu ungkapan rasa syukur setelah panen padi nak, dan kita masih diberi kesehatan dan umur panjang oleh Allah Ta’ala. red),” ujar salah seorang tokoh adat Desa Bontonyeleng yang menggelar tradisi Manre Anre ri Galung dengan dialek khas Bugis Bulukumba, Puang Arifin kepada media Definitif.id.
Dalam tradisi tersebut, dihadapan sesepuh akan dihidangkan makanan berupa sokko’ lotong (nasi ketan hitam) dan sokko’ puteh (nasi ketan putih) dan ayam bakar cincang dicampur dengan parutan kelapa atau warga menyebutnya lawa’ manu, dilengkapi dengan tungku kecil yang disebut dupa-dupa yang berisikan bara api. Untuk kemudian dibacakan do’a oleh sesepuh atau orang yang dituakan dalam sebuah keluarga.
Setelah makanan tersebut dibacakan do’a, barulah kemudian keluarga, kerabat dan warga lainnya dipanggil untuk makan bersama hidangan yang sebelumnya telah dijadikan sebagai syarat untuk melakukan tradisi tersebut.









