Definitif.id, Gorontalo – Wirna Nggau, salah satu Cleaning Service (CS) di Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pulubala, Kabupaten Gorontalo, mengeluhkan soal dugaan pemotongan gaji yang dialaminya yang diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) setempat.
Menurut Wirna, bahwa dugaan pemotongan gaji tersebut terjadi selama tiga bulan berturut-turut. Hal itu terungkap setelah dirinya melihat secara langsung lewat lembaran dokumen Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) yang tercecer.
“Gaji pertama itu cuma Rp 500.000, sedangkan di SPJ Rp 750.000. Cuma pertama selama tiga bulan saja itu yang Rp 500.000, selanjutnya sudah Rp 750.000,” ungkapnya kepada Definitif.id, Rabu (17/07/2024).
Selain itu, Wirna juga mengeluhkan soal biaya pulsa listrik SPNF SKB yang dibebankan kepadanya dan suaminya. “Kalau pulsa listrik disuruh isi juga tiap bulan, biasa Rp 50.000 tiap bulan,” tandasnya.
Disamping itu, Hengki Paudi selaku suami dari CS Wirna berharap, agar persoalan dugaan pemotongan gaji terhadap istrinya tersebut dapat diproses secara hukum, sehingga ada efek jera.
“Saya harap ini diproses hukum, supaya jadi efek jera,” tegasnya.
Saat dikonfirmasi, Bendahara SPNF SKB Pulubala, Erni Daud, membenarkan bahwa dirinya yang menyerahkan gaji untuk CS Wirna tersebut. “Iya, ini uang-uang ini begini sekian. Kepala sekolah bilang, ini honor untuk ini (Rp 500.000),” jelasnya.
Sementara itu, Kepsek SPNF SKB Pulubala, Nurlayla Jahya Malopo, saat ditemui langsung di kantor SPNF SKB Pulubala, tidak ada di tempat. Begitu pun saat dikonfirmasi lewat panggilan telepon di nomor 08234796xxxx, tidak merespon. (Red)







