Definituf.id Gorontalo Utara – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gorontalo Utara mulai menyelidiki dugaan politisasi program makan bergizi gratis (MBG) yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut diduga dibajak untuk kepentingan politik lokal oleh Yayasan Rumah Nurul Ilmi di Kecamatan Kwandang.
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa makanan bergizi gratis dibagikan kepada anak-anak sekolah dalam kemasan berwarna kuning, yang identik dengan salah satu partai politik pengusung calon bupati pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gorontalo Utara.
Ketua Bawaslu Gorontalo Utara melalui Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Ismail Buna, menyatakan pihaknya sedang mengkaji apakah kasus ini dapat dikategorikan sebagai informasi awal dugaan pelanggaran.
“Jika masuk sebagai informasi awal, kami akan melakukan penelusuran lebih lanjut,” kata Ismail melalui panggilan WhatsApp, Kamis (06/03/2025).
Ismail menambahkan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Gorontalo untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
“Bawaslu Provinsi meminta agar setiap dugaan pelanggaran tetap ditindaklanjuti. Kami masih akan melakukan kajian apakah kasus ini masuk dalam kategori dugaan pelanggaran Pilkada,” tegasnya.
Masyarakat Gorontalo Utara menyayangkan adanya upaya pihak tertentu yang diduga mengambil keuntungan politik dengan membajak program nasional Presiden Prabowo menjelang pelaksanaan PSU Pilkada Gorontalo Utara.







