Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Pelayanan Tidak Becus, Ichsan Naway Minta Walikota Gorontalo Tutup dan Cabut Izin RS Multazam

Icsan Naway (ujung kanan depan) dan beberapa anggota Komunitas SAGELA.

Definitif.id, Kota Gorontalo – Sudah berulang kali pelayanan di Rumah Sakit (RS) Multazam mendapatkan banyak keluhan dan sorotan dari masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tapi rupanya pihak manajemen seakan tidak perduli dan masa bodoh dengan keadaan.

Belum lepas dari ingatan pada Oktober 2021 lalu, telah terjadi malpraktek di RS Multazam tersebut yang mengakibatkan seorang pasien wanita tewas meregang nyawa yang diduga karena operasi yang gagal yang dilakukan oleh dokter yang diduga baru belajar alias dokter magang.

Parahnya lagi, sebelum tewas, pasien tersebut dipaksa keluar dari rumah sakit (pulang paksa). Padahal, sakitnya belum sembuh benar dengan bekas luka operasi yang masih menganga terbuka dan mengeluarkan aroma bau yang sangat busuk dan menyengat.

Kali ini, kembali RS Multazam mendapat keluhan dari seorang pasien yang bernama Soehadi Tilolango yang sudah seminggu lebih dirawat di rumah sakit swasta tersebut.

Menurut Soehadi, para dokter dan perawat di RS Multazam seakan tidak mempunyai hati nurani karena tidak memperdulikan lagi dengan keadaan dirinya pasca operasi. Bahkan, kata dia, mereka saling melempar tanggung jawab, padahal dengan melihat kondisi kesehatannya sekarang yang sudah bisa pulang dan rawat jalan, namun pihak rumah sakit membiarkan dirinya terkatung-katung tanpa informasi yang jelas dari pihak manajemen rumah sakit.

Sekedar informasi, Seohadi Tilolango merupakan Hubungan Masyarakat (Humas) dari Komunitas SAGELA yang beranggotakan para pejabat dan pengusaha terkenal yang ada di Gorontalo. Bisa dibayangkan, bagaimana kejamnya pelayanan RS Multazam, bahwa seorang Humas SAGELA saja bisa dibuat terlantar, apalagi kalau pasiennya cuma masyarakat kecil dan miskin.

Bagikan: