“Ternyata banyak potensi kewirausahaan yang bisa dikembangkan, salah satunya yang menarik home industri. Bekas oli bisa jadi minyak tanah. Ternyata setelah kami kroscek itu bisa menjadi income untuk daerah tersebut,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Kabupaten Lamsel, Thamrin, mengatakan, pada prinsipnya Pemkab Lamsel mendukung penuh program yang akan dilakukan oleh UIN Raden Intan Lampung.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan mengucapkan terima kasih. Nanti setelah ini bisa dikoordinasikan, karena banyak yang harus didiskusikan. Kami menyambut baik program-program yang akan dilaksanakan di Kabupaten Lampung Selatan,” ujarnya.
Thamrin menjelaskan, bahwa di Kabupaten Lamsel terdapat 13.000 produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdaftar, sebanyak 384 yang masuk online.
“Hal ini yang perlu dilakukan pembinaan, terutama untuk pemasarannya, dan pengepakkannya,” kata Thamrin.
Lebih lanjut Thamrin menyampaikan, terkait dengan UMKM, ada program Bupati Lampung Selatan yaitu KUR yang bekerja sama dengan Bank Lampung. Dimana, tahun ini ada dana Rp200 Miliar yang akan dilucurkan melalaui dana KUR.
“Oleh karena itu, Pak Bupati sangat konsen sekali dengan UMKM ini. Apalagi waktu zaman Covid dulu UMKM ini yang membantu masyarakat,” katanya.
Thamrin juga menyampaikan, terkait pengabdian masyarakat di Lampung Selatan agar dibagi ke wilayah perbatasan. Dimana, wilayah desa-desanya yang memang perlu sentuhan.
“Pesan Pak Bupati juga minta tolong jika ada KKN nanti diminta ke wilayah yang perbatasan. Seperti di Kecamatan Tanjung Sari, Way Panji, Candipuro. Supaya nanti bisa lebih berkembang dan maju lagi,” pesan Thamrin. (Nzr/kmf)








