Beberapa isu tersebut antara lain peningkatan infrastruktur dasar, penguatan kualitas layanan publik, serta percepatan pembangunan ekonomi masyarakat pesisir. Selain itu, sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam agenda perjuangan keduanya di lembaga legislatif.
Menurut Windra, masyarakat tidak membutuhkan perdebatan politik yang berkepanjangan, melainkan kehadiran nyata dari para wakil rakyat dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan mereka.
“Masyarakat membutuhkan wakil yang hadir, mendengar, dan beraksi, bukan sekadar simbol. Sinergi seperti ini menjadi kunci untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai bahwa kolaborasi lintas partai di DPRD merupakan hal yang wajar dan bahkan diperlukan dalam sistem demokrasi, terutama ketika tujuan utamanya adalah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya kerja sama tersebut, Lukum Diko dan Windra Lagarusu berharap berbagai aspirasi masyarakat di Kecamatan Anggrek dan Monano dapat terus diperjuangkan secara konsisten di tingkat kebijakan.
Ke depan, keduanya juga berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar berbagai program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran.
Pada akhirnya, menurut mereka, yang akan dinilai oleh masyarakat bukanlah latar belakang partai politik, melainkan sejauh mana para wakil rakyat mampu menghadirkan hasil nyata yang dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.








