“Kita harus menyediakan hal-hal yang sifatnya berkaitan dengan kebutuhan mereka, misalnya mereka setelah lulus dari SMA atau Perguruan Tinggi, mereka bisa mendapatkan informasi pasar kerja yang tepat dan memenuhi persyaratan”
“Jadi harus maching antara apa yang mereka dan pasar kerja butuhkan. Karena saya kebetulan latar belakangnya purna tugas dari Kementerian Tenaga Kerja, maka saya berkewajiban membantu kebutuhan generasi muda Gorontalo, saya melihat memang perlu dari sisi itu, karena dari sisi ketenagakerjaan memang sudah menjadi problem tidak hanya di Gorontalo, tapi juga terjadi di daerah-daerah lain”
“Yang kedua, kami ingin mengembangkan Vocational Training yang memang sifatnya lebih Internasional, jadi perjuangan kami sebelumnya, kami menghadirkan Unit Pelaksana Teknis Pusat yang selama ini memang dibutuhkan di Gorontalo, dan hal ini memang menjadi konsen Gubernur Rusli Habibie saat itu dan dengan dukungan DPRD Provinsi Gorontalo yang saat itu datang berkonsultasi dan bertemu dengan kami waktu saya masih Dirjen di Kementerian Tenaga Kerja, kalau tidak salah tahun 2019, dan sudah ditindaklanjuti dan saya sangat bahagia, karena beberapa hari lalu saya melakukan kunjungan ke lokasi dan sedang dibangun Unit Pelaksana Teknis Pusat di bidang Balai Latihan Kerja Internasional, dan itu belum rampung, tapi paling tidak ini sudah hadir dan itu memang sebagai hadiah dari Menteri Tenaga Kerja untuk kita di Gorontalo, karena pengabdian saya cukup lama, maka saya akan pulang, dan dibekali dengan satu Balai Latihan Kerja Internasional, saya sangat berterimakasih kepada Ibu Menteri Ida Fauziah yang menghadiahkan Balai Latihan Kerja di Provinsi asal kami lahir, dan ini satu penghargaan yang perlu diapresiasi dan diketahui oleh semua masyarakat Provinsi Gorontalo, artinya Pemerintah Pusat telah hadir disini dibidang Vokasi, khususnya dibidang pelatihan kerja dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya”








