HomeNews

Bupati Mojokerto Buka Rakor Penyusunan Laporan TPPS 

“Karena kalau stuntingnya sudah ada di dalam kandungan itu susah, apalagi kembar. Jadi kalau sejak kehamilan ini sudah stunting, maka janinnya lahir stunting itu sangat susah sekali untuk membesarkannya, Nah makanya yang ada ini digarap betul-betul, kemudian yang belum jangan sampai stunting. Maka ujung tombaknya KB sama gizi untuk rematri calon pengantin dan bagaimana calon pengantin yang kurus jangan sampai hamil dulu,” ungkapnya.

Selain itu, untuk mengatasi permasalahan stunting di Kabupaten, Bupati Ikfina berkomitmen, kedepannya Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto untuk menjalankan pengembangan anak usia dini holistik integratif.

“Kita pengadaan alat ukur, karena kita ingin semuanya kita ukur. Jadi yang sudah sekolah nanti kita dirikan khusus posyandu yang berbasis sekolah PAUD. Nanti di sekolah PAUD akan diukur oleh guru-gurunya semuanya by aplikasi dan semua akan masuk datanya, kemudian penyelesaiannya semua berdasarkan rujukan dari ahli gizi,” jelasnya.

Disisi lain, Bupati Ikfina meminta agar permasalahan keluarga yang tidak punya akses terhadap air bersih segera diselesaikan dan terdata agar dapat disinkronkan dengan PDAM, serta masalah rumah tidak layak huni, jamban, dan sanitasi di Kabupaten Mojokerto.

“Termasuk juga nanti tolong dipikirkan OPD mana yang memberikan semacam pendidikan khusus untuk ibu-ibu pasangan usia subur yang tidak lulus SMP, harus ada pendidikan terkait dengan gizi dan kesehatan, sehingga dia bisa menjaga keluarganya selama sakit dan gizi kalau dia punya balita atau ketika dia hamil, dia tahu harus makan apa seperti itu,” bebernya.

Bagikan:   
Penulis: Realeas Diskominfo Kabupaten MojokertoEditor: Redho
Exit mobile version