Tidak berhenti di situ, Dhini juga menyempatkan diri meninjau lingkungan sekitar RPSA. Ia menemukan beberapa anak yang belum bersekolah karena kendala ekonomi dan minimnya perlengkapan pendidikan.
“Rasanya sangat sedih, ada empat anak yang belum bisa sekolah karena tidak punya seragam dan tas. Bahkan ada satu anak yang tinggal bersama kakek-neneknya yang sudah renta tanpa perhatian dari orang tuanya. Saya akan bantu kebutuhan sekolah mereka,” tuturnya.
Politisi muda NasDem itu juga menyoroti adanya anak berpotensi tinggi namun terhambat oleh keterbatasan biaya. Hal ini, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.
“Sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan, saya merasa wajib memastikan tidak ada anak di daerah ini yang putus sekolah. Mereka adalah masa depan kita bersama,” tegasnya.
Dhini berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, bukan hanya sebatas perayaan ulang tahun partai, tetapi menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya ingin menjadikan kunjungan seperti ini sebagai agenda rutin bulanan. Anak-anak di sana begitu hangat menyambut, bahkan saat kami pamit, mereka enggan melepaskan. Ada rasa haru sekaligus kebahagiaan yang membuat saya ingin terus hadir untuk mereka,” pungkasnya dengan senyum tulus.
