“Jadi aksi demo yang dilakukan ini dimotori langsung oleh beberapa anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan masyarakat Gorut yang dilaksanakan murni tanpa adanya intervensi maupun muatan kepentingan politik dan golongan,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Julma Wardin mengatakan, agar apa yang menjadi tuntutan aksi tersebut bisa dimasukkan pada rapat-rapat di DPRD Gorut sebagai pembahasan bersama Eksekutif, sehingga daulat rakyat kepada perwakilan rakyat bisa membawa aspirasi menjadi bahan pada rapat bersama Eksekutif.
“Jadi kami berharap agar DPRD benar-benar menjalankan amanah rakyat dalam menjadi perpanjangan lidah rakyat sehingga apa yang menjadi hirarki kerakyatan benar-benar terwujud,” ujar Julma.
“Saya berharap agar kiranya apa yang menjadi tuntutan massa aksi bisa ditampung guna menjadi dasar acuan DPRD agar bisa pro terhadap rakyat,” tambahnya menandaskan.
Untuk diketahui, setelah beberapa menit massa aksi menyampaikan orasinya dalam, massa aksi kemudian diundang untuk berdialog di ruang pertemuan gedung DPRD Gorut yang diterima langsung oleh Ketua Deasy Sandra Datau bersama 4 Anggota Legislatif lainnya. (Red)







