Fitri kemudian mengkritik alokasi anggaran perjalanan dinas yang tidak merata. Menurutnya, anggaran tersebut justru banyak terserap di bagian keuangan sementara OPD teknis yang berpotensi membawa pulang program justru minim dukungan.
“Yang punya anggaran perjalanan dinas itu kebanyakan keuangan. Padahal harusnya keuangan itu menjaga kebijakan, bukan justru mengambil porsi perjalanan dinas. Sementara OPD yang bisa membawa pulang program besar malah anggarannya dinolkan,” tegasnya.
Fitri menekankan bahwa tanpa dukungan anggaran dan inisiatif yang kuat, daerah akan kehilangan banyak peluang yang sebenarnya dapat membantu percepatan pembangunan.
