Definitif.id, Gorontalo – Wacana Embarkasi Haji Gorontalo sudah ada sejak Provinsi Gorontalo berstatus “Embarkasi Haji Antara” tahun 2004, selanjutnya dikonkritkan dalam program pembangunan mulai tahun 2010 dengan perpanjangan dan perluasan Bandara Jalaludin dan lobi-lobi intensif ke Pemerintah Pusat. Namun, upaya strategis tersebut dinilai “terhenti” sejak tahun 2012 hingga saat ini.
Gubernur ke-2 Gorontalo, Gusnar Ismail, ketika diminta tanggapannya tentang jumlah Jamaah Haji Gorontalo yang jumlahnya sedikit dan tidak memenuhi syarat untuk adanya embarkasi haji menjelaskan, bahwa jika Bandara Jalaludin menjadi embarkasi direncanakan Jamaah Calon Haji dari Provinsi Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Gorontalo akan diberangkatkan ke tanah suci Mekkah dan Madinah melalui Bandara Jalaludin Gorontalo, sebagai catatan pada tahun 2023 jumlah jamaahnya 6.652 orang (data diolah dari KepMenAg No.189/2023).
“Terwujudnya embarkasi haji juga akan merubah status Bandara Jalaludin menjadi Bandara Internasional, sehingga konektivitas investasi terbuka lebar ke Gorontalo,” kata Gusnar dalam keterangnya, Rabu (10/01/2023).
Dosen Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesi (Rl) itu juga memproyeksikan dengan adanya embarkasi haji akan lebih meningkatkan jumlah Jamaah Umroh dari Gorontalo dan daerah sekitarnya, meningkatkan kegiatan bisnis UMKM, transportasi, kuliner dan bisnis lainnya.
“Embarkasi Haji Gorontalo harus segera diwujudkan, bila tidak embarkasi haji ini akan diambil oleh daerah lain,” pungkas Guru para Jendral tersebut. (*)







