Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Gegara Buah Kemiri, Warga Biluhu Diduga Dianiaya Tetangga, Pemerintah Desa Terkesan Acuh

Korban Penganiayaan ketika melapor di Polsek Batudaa Pantai/insert wajah korban yang memar akibat pukulan pelaku. (Foto: Istimewa)

“Saya bilang itu kemiri saya punya, saya tanam sendiri dan ditanam di kebun milik saya, tapi pelaku langsung memukuli saya berkali-kali sampai saya tersungkur ke tanah, dia memukul saya seperti memukuli hewan. Bahkan saya dipukul di hadapan anak saya, dan anak saya tidak bisa berbuat apa-apa karena takut,” tambah Ali.

Setelah mengalami tindakan penganiayaan dan kebun miliknya diklaim pelaku, korban langsung pulang dan melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa setempat dan membuat laporan polisi di Mapolsek Batudaa Pantai. Sayangnya, pemerintah desa seolah acuh tak acuh terhadap perkara yang menimpa warganya. Status kepemilikan lahan pun tidak diperjelas oleh pemerintah desa. Kendati demikian, korban mengaku memiliki surat-surat resmi atas lahan yang menjadi sengketa tersebut.

“Setelah kejadian pemukulan itu saya langsung melapor ke pemerintah desa dan membuat laporan di Polsek Batudaa Pantai, tapi pemerintah desa rupa santai dan sampai hari ini tidak ada kejelasan dari pemerintah terkait kepemilikan lahan. Padahal saya punya surat-surat resmi atas lahan tersebut,” pungkas Ali.

Tak hanya itu, pelaku yang merupakan tetangga korban tersebut sering membuat onar dan memusuhi warga. Bahkan, tindakan tersebut dilakukannya bukan hanya sekali dan hanya berakhir damai di kantor desa dengan membuat surat pernyataan tanpa ada efek jera terhadap pelaku.

“Pelaku ini sudah beberapa kali berbuat tindakan tersebut termasuk pernah memusuhi ayah mertua saya menggunakan parang, dan hanya berakhir damai dengan membuat surat pernyataan di kantor desa tanpa ada efek jera, makanya dia ulangi terus,” tutup Ali.

Bagikan: