Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Kampanye di Tolangohula & Silahturahim di Pondok Pesantren, Rachmat Gobel: “Gorontalo Miskin Akibat Salah Urus”

Jika Pantai Tamendao dibangun dengan menggunakan dana aspirasi sebagai anggota DPR RI melalui program Kotaku, maka penataan Danau Perintis menggunakan dana pribadi, salah satunya dengan menghadirkan kapal dari tembaga. “Jadi harus ada konsep dulu. Ada visi dan imajinasi. Ada cita rasa. Jadi bukan hanya menciptakan proyek dan berharap Fee,” tegasnya.

Contoh lain yang dikemukakan Gobel adalah masalah pemihakan dalam penggunaan APBD. “Tidak ada pemihakan terhadap Petani dan Pertanian. Tidak ada pemihakan terhadap Nelayan dan Perikanan,” ujarnya. Massa berteriak bergemuruh mendukung pernyataan Gobel. Jumlah petani dan nelayan di Gorontalo adalah yang terbesar dibandingkan dengan profesi lain di Gorontalo.

Sehingga jika kesejahteraan Petani dan Nelayan teratasi maka masalah kemiskinan akan bisa diatasi. Bahkan berdasarkan data, lebih dari 50 persen penduduk miskin adalah berprofesi sebagai Petani dan Nelayan.

Sebagai anggota DPR-RI, kata Gobel, ia sudah melakukan uji coba pertanian Padi, Jagung, Singkong, dan Nenas. Untuk Padi dan Jagung, katanya, hasil panennya meningkat dua kali lipat. Sedangkan untuk tanaman singkong naik hingga 10 kali lipat.

“Satu batang Singkong bisa menghasilkan 30 kg. Dalam satu hektar bisa ditanam 10 ribu batang Singkong. Sehingga dalam satu hektar bisa menghasilkan 300 ton singkong. Jika harga per kilogramnya Rp 1.500,00 maka dalam satu hektar bisa menghasilkan Rp 450 juta. Sedangkan biaya produksinya sekitar Rp 25 juta. Jadi ini sangat menguntungkan bagi petani,” sambungnya lagi.

Bagikan: