Selain itu, lahirnya dua Pusat Ekonomi ini merupakan upaya strategis untuk mengurangi kemiskinan di Gorontalo. Sejak Gorontalo menjadi Provinsi pada tahun 2000 hingga saat ini, Gorontalo masih bertahan sebagai Provinsi Termiskin Kelima di Indonesia. Oleh karenanya Pembangunan dua pusat ekonomi ini akan membuka lapangan kerja yang besar dan menciptakan peluang berusaha.
“Mengurangi kemiskinan bukan dengan membagikan Bansos atau Sembako, karena Bansos dan Sembako itu hanya bersifat sementara. Yang terpenting justru menciptakan lapangan kerja dan peluang berusaha,” tegasnya.
Dalam kampanye itu juga, Rachmat Gobel mengemukakan apa-apa yang sudah ia lakukan selama menjadi anggota DPR-RI. Diantaranya adalah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus menjadi arena rekreasi keluarga seperti penataan Danau Perintis, Pantai Tamendao, perkampungan Suku Bajo di Torosiaje, merias Menara Limboto dengan ribuan lampu-lampu, serta festival-festival seperti Festival Pantai Bolihutuo, Festival Ikan Tuna, Festival Musik Milenial, dan Festival UMKM. Ia juga membangun PAUD berstandar Internasional.
“Jika Nasdem menang di Gorontalo maka akan dibangun PAUD sejenis di 77 kecamatan di Gorontalo,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Prof. Rustam Akili menambahkan, Partai Nasdem adalah partai yang tidak menerapkan mahar untuk para Caleg. Partai Nasdem, katanya, juga memiliki prinsip koalisi tanpa syarat saat mengusung Calon Kepala Daerah maupun Calon Presiden.
Sedangkan Prof. Winarni Monoarfa menyampaikan tentang pengalamannya sebagai Dosen maupun sebagai Birokrat. Ia juga mengemukakan tentang pentingnya sinergi semua pihak dalam membangun Provinsi Gorontalo. (0N4L)








