Sedangkan bagi TNI AD, Kasad menilai, peristiwa Isra’ Mi’raj memberikan pelajaran dan keteladanan tentang ketaatan terhadap pemerintah sekaligus keteladanan tentang kepedulian pemimpin terhadap anak buah.
Oleh karena itu, Jenderal Dudung Abdurachman berharap, agar peringatan kali ini dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT, serta dapat mengimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan Istighosah Kubro yang dilakukan, Kasad menjelaskan, merupakan salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT agar memperoleh ketenangan di dunia dan semakin kuat, serta memberikan penjelasan dan kesabaran dalam menerima musibah dan bencana sebagai ujian untuk mampu kembali bangkit ke arah perbaikan kehidupan yang lebih baik di tengah bidang kehidupan yang semakin dinamis dan kompleks.
Mengenai sinergitas antara TNI dan Ulama serta komponen bangsa lainnya selama ini, ditegaskannya, bahwa hal itu didasari atas rasa persaudaraan serta persatuan dan kesatuan bangsa dan dalam setiap kesempatan. Dirinya juga menyampaikan kepada seluruh prajurit Angkatan Darat, bahwa Angkatan Darat harus selalu berada di tengah-tengah kesulitan rakyat, apapun bentuknya kesulitan tersebut, serta harus selalu menjadi solusi karena rakyat adalah ibu kandungnya TNI.
“Untuk itu, mari kita saling bahu-membahu, gotong-royong, saling berbagi, saling menguatkan dan saling mendoakan dalam menghadapi berbagai persoalan, ujian dan musibah yang melanda negeri kita. Juga mari sama-sama pada kesempatan yang berbahagia ini mendoakan para pemimpin bangsa Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia beserta jajaran Pimpinan DPR MPR yang sedang terus berjuang dan mengabdi semoga diberikan kekuatan, kesehatan rahman dan rahim dalam memimpin negeri dengan semangat beribadah kepada Allah SWT,” tandasnya.








