“Sehingga dari kerang-kerang yang ada di desa tersebut bisa menjadi nilai jual dan menjadi ciri khas atau souvenir dari Desa Pohuwato Timur jika kerang-kerang tersebut dimanfaatkan menjadi nilai tambah sekaligus meningkatkan perekonomian khususnya wanita nelayan yang ada di Desa Pohuwato Timur itu sendiri,” tuturnya.
Terakhir Evi juga menjelaskan, mengubah cangkang kerang menjadi aneka kerajinan bernilai jual tinggi itu sangat memungkinkan, bahkan kerajinan dari limbah tersebut mampu menembus pasar ekspor ke berbagai negara, dan hal itu dapat tercapai jika potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Oleh karena itu, menjadi tugas kita bersama untuk dapat memberdayakan perempuan, mendorong pelaku usaha perempuan agar dapat terus berinovasi, serta melindungi perempuan dari berbagai stigmatisasi, stereotip, kekerasan berbasis gender, dan konstruksi social lainnya yang merugikan perempuan,” pungkasnya. (*)







