Definitif.id, Gorontalo – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Penambang Bersatu menggelar aksi demonstrasi di rumah dinas Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Senin (6/4/2026). Aksi ini menjadi pembuka rangkaian unjuk rasa yang direncanakan berlangsung hingga 10 April 2026.
Sekitar 200 orang turun langsung menyuarakan tuntutan terkait polemik tambang rakyat, khususnya mandeknya realisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang hingga kini belum terealisasi.
Situasi sempat memanas ketika massa memaksa masuk ke halaman rumah dinas gubernur. Pagar yang tidak dibuka akhirnya diterobos hingga kunci terlepas, membuat massa berhasil masuk dan melanjutkan aksi di dalam halaman.
Jenderal Lapangan, Taufik Buhungo, menegaskan bahwa gubernur harus bertanggung jawab atas pernyataan terkait larangan jual beli emas yang dinilai merugikan penambang.
“Kami datang bukan untuk ribut, tapi menuntut kejelasan. Jangan buat kebijakan yang justru mematikan mata pencaharian rakyat,” tegas Taufik.
Ia juga mendesak pemerintah segera mengeluarkan kebijakan atau diskresi agar aktivitas pertambangan rakyat dapat berjalan secara legal dan terlindungi.
