HomeNews

Pelayanan Tidak Becus, Ichsan Naway Minta Walikota Gorontalo Tutup dan Cabut Izin RS Multazam

Icsan Naway (ujung kanan depan) dan beberapa anggota Komunitas SAGELA.

Aktivis Provinsi Gorontalo yang juga sebagai Ketua LSM JISCARE dan anggota SAGELA, Ichsan Naway, saat menjenguk Soehadi menyatakan penyesalannya atas pelayanan yang sangat bobrok dari RS Multazam tersebut.

“Seminggu pasca operasi usus buntu dari pasien Soehadi Tilolango, tidak pernah ada lagi dokter atau perawat yang mengontrol kondisi luka operasi Soehadi Tilolango, sehingga menyebabkan terjadi pembengkakan pada bekas luka pasien,” ujarnya.

Ichsan juga menambahkan, bahwa sudah jelas pihak RS Multazam telah melakukan pembiaran kepada pasien, dan saat dokter yang menangani pasien tersebut ditelpon oleh pihak keluarga, katanya dokter itu masih sibuk dengan acara pesta.

“Jawaban itu adalah sangat tidak berperikemanusiaan dan tidak masuk akal, seharusnya dia lebih mementingkan tugas dan kewajibannya sebagai dokter daripada urusan pribadinya, atau setidaknya dia mengutus dokter lain untuk mengontrol pasien tersebut,” tegas Ichsan.

“Kami meminta kepada Bapak Walikota Gorontalo Marten Taha untuk segera menutup dan mencabut izin operasional dari Rumah Sakit Multazam, karena sudah berulang kali melakukan pelanggaran berat, apakah nanti ada yang meninggal baru ditindak?,” tambahnya.

“Pihak keluarga besar Komunitas SAGELA mengharapkan DPRD Kota Gorontalo untuk menggelar Hearing dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak Direktur Rumah Sakit Multazam beserta stafnya dan juga mengundang pihak IDI Kota Gorontalo dan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RS Multazam, dr. Renny Ibrahim, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon di nomor 0821-8942-xxxx tidak bisa dihubungi karena tidak aktif. Namun, Media ini tetap berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak Direktur RS Multazam tersebut. (0N4L)

Bagikan:   
Exit mobile version