Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Pemkab Gorontalo Gandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan Periksa Takjil di Menara Pakaya, 12 Sampel Dinyatakan Aman

Definitif.id, Kabupaten Gorontalo –Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan inspeksi mendadak terhadap pedagang takjil di kawasan Menara Pakaya, Limboto, Kamis (26/2/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan jajanan berbuka puasa yang beredar selama Ramadan memenuhi standar keamanan pangan dan bebas dari zat berbahaya.

Pengawasan dilakukan dengan pengambilan sampel secara acak terhadap sejumlah kue dan makanan ringan yang dijual di lokasi tersebut. Pemeriksaan ini bertujuan memberikan jaminan perlindungan kepada masyarakat agar dapat mengonsumsi takjil dengan rasa aman dan nyaman.
Wakil Bupati Tonny S. Junus melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pangan di momen Ramadan.
” pengecekan pada hari ini langsung bersama BPOM Provinsi Gorontalo, mereka mengambil 12 sampel tadi,” ungkap Sugondo Makmur.
Ia menjelaskan, proses pengujian dilakukan secara cepat di tempat menggunakan alat uji khusus sehingga hasilnya bisa diketahui dalam waktu singkat setelah sampel diambil.
” tidak mengandung Formalin, tidak mengandung pewarna yang membahayakan, dan tidak memiliki Zat-zat yang tidak layak di konsumsi,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, seluruh sampel yang diuji dinyatakan negatif dari kandungan formalin, pewarna berbahaya, maupun bahan kimia lain yang tidak layak konsumsi. Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa takjil yang dijual di area tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Ia juga menambahkan, bahwa alhamdulillah Takjil yang di jual ini sangat aman di konsumsi.
Pemerintah daerah memastikan pengawasan serupa akan terus dilakukan secara berkala selama bulan Ramadan, guna mencegah potensi peredaran makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan serta menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas pangan lokal.

Penulis : Khalid

Bagikan: