“Manasik itu Bapak Ibu, memperjelas arah dan jalan. Mana wajib, yang mana sunnah, dan yang mana amalan pahalanya setingkat dengan wajib. Jadi Bapak Ibu harus bersungguh-sungguh mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bimbingan manasik ini,” ujar H. Muhammad Yunus.
Lebih lanjut dikatakannya, manasik juga adalah tempat melatih kesabaran. Tidak hanya itu, juga sebagai wahana mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental, dan membantu kelancaran jamaah di saat melaksanakan ibadah haji nantinya.
“Di sini juga kita dilatih untuk bersabar Bapak Ibu, mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental, agar pelaksanaan ibadah haji nantinya berjalan lancar,” lanjut Muhammad Yunus menambahkan.
Terakhir, dirinya pun mendoakan para jamaah haji agar senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan, serta bisa melaksanakan seluruh proses rangkaian kegiatan ibadah haji hingga nantinya kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
“Kita akan membekali Bapak Ibu pengetahuan, baik dari proses pelaksanaan, pemberangkatan, di asrama haji, di pesawat sampai nantinya pada proses pelaksanaan haji di tanah suci. Semoga Bapak Ibu senantiasa diberikan kesehatan, dan keselamatan hingga kembali nanti ke tanah air,” ucapnya, sembari mendoakan para jamaah haji.
Pada kesempatan itu, H. Muhammad Yunus juga membuka kegiatan tersebut dengan mengajak ratusan jamaah haji yang hadir untuk membacakan ayat suci Al-Qur’an.
“Mari kita bersama-sama membuka kegiatan manasik ini dengan membaca surat Al-fatihah,” ajaknya. (Wahyudi)
