Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Saling Balas Pantun, Budi Doku Menilai Adhan Dambea Masih Terlalu Topor Pengetahuannya Tentang Embarkasi

Tapi meskipun begitu, Budi Doku juga tidak terima dengan pernyataan Adhan Dambea yang mengatakan dirinya harus banyak belajar Tata Negara dan terlalu memuji berlebihan kepada Rachmat Gobel.

“Jabatan saya adalah Staf Ahli dari Bapak Rachmat Gobel, maka dari itu saya yang lebih tau kinerja beliau di DPR-RI, apalagi setiap tahun Bapak Rachmat Gobel mengeluarkan buku hasil dari tulisan tangannya sendiri yang berisi kinerja beliau setiap tahun, dan apa yang saya katakan itu adalah fakta-fakta di lapangan yang Pak Rachmat Gobel sudah kerjakan untuk Provinsi Gorontalo, bukan sekedar janji-janji yang belum ditunaikan, apalagi memuji berlebihan,” ketus Budi Doku.

“Mengenai Anggaran untuk Bandara dan menjadikan Gorontalo sebagai Bandara Embarkasi, Adhan Dambea harus menyadari bahwa Provinsi Gorontalo adalah daerah yang paling muda dan paling terkecil jumlah penduduknya se-Sulawesi. Saya jelaskan sedikit persoalan Embarkasi, karena saya sedikit tahu sewaktu menjadi Anggota DPD-RI, yang paling penting yang harus diperhatikan itu ada 2 hal, yaitu pertama Infrastruktur Bandara yang sudah berstatus Bandara Internasional dan yang kedua adalah jumlah penumpang,” tambah Budi.

Terkait Embarkasi, sangat bergantung pada jumlah jamaah yang akan berangkat ke Jeddah, Maskapai Penerbangan seperti misalnya Pesawat A-300 dengan jumlah kursi 433 orang, itu harus berangkat setiap hari untuk Jamaah Umroh, sedangkan Jamaaah Umroh Gorontalo jumlahnya tidak sampai 20 orang per hari.

“Untuk jumlah Jamaah Haji Gorontalo setiap tahunnya berjumlah lebih kurang 900 orang. Tentunya dengan jumlah sedikit begini tidak ada maskapai yang akan mau, karena sangat merugikan pihak maskapai, dan apabila kita paksakan, maka harga tiketnya yang akan melonjak naik sangat mahal,” sambungnya lagi.

Bagikan: